Saturday, September 7, 2019

Menikmati Keindahan Wisata Museum Monumen Jogja Kembali

Kembali ke Yogya dengan keindahan dan tersirat cerita lama yang menjadi kenangan masa perjuangan jaman Belanda sampai kemerdekaan Indonesia. Kisah mengenai Museum Monumen Jogja Kembali juga sering disebut Monjali. Yang merupakan museum sejarah perjuangan sebagai titik peringatan dengan kembalinya Ibukota RI Yogyakarta. Pada tanggal 29 Juni tahun 1949 dipindahkan dari Batavia (Jakarta) pada saat itu, museum ini mempunyai ciri khas berbentuk kerucut terdiri dari 3 lantai.
Tempat wisata Monument yang mempunyai sejarah penting akan dahsyatnya perjuangan pada waktu itu maka dibangun sebuah tempat. Dimana setiap kenangan pejuang diletakkan serta ditulis di dalam monument jogja ini. Monumen ini dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX bersama Sri Paduka Paku Alam VIII. Bangunan dengan gaya arsitektur yang begitu unik ini digagas oleh Kolonel Soegiarto selaku Walikotamadya Yogyakarta pada waktu tahun 1983.

Museum Monumen Jogja Kembali dengan bentuk kerucut ini terdiri atas 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan dan ruang serbaguna. Pada bagian pintu masuk bertuliskan 422 nama pahlawan yang gugur pada daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 hingga dengan 29 Juni 1949. Pada 4 ruang museum di lantai 1 ada benda-benda koleksi yaitu realia, replika, foto, dokumen, heraldika.

Ada juga berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Tandu serta dokar (kereta kuda) yang pernah dipakai oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman juga disimpan di tempat ini di ruang museum nomor 2. Tidak setiap orang mempunyai jiwa pengetahuan tentang sejarah sehingga membuat sebagian besar museum banyak ditinggal oleh pengunjungnya. Sampai tak terawat dan bahkan tinggal kenangan seperti sejarah perjuangan pada masa lalu. Monumen ini berada di sebelah utara kota dan sangat mudah dijangkau.

Berbagai kendaraan baik pribadi ataupun kendaraan umum sehingga banyak para pelajar serta darmawisata berkunjung ketempat ini. Kementerian Kebudayaan serta Pariwisata Yogyakarta menganggap bahwa peran masyarakat mengenai pentingnya budaya. Serta sejarah sangat penting hingga museum yang begitu gagah dibuat seperti layaknya taman. Dengan dilengkapi keindahan lampu warna-warni layaknya pelangi pada malam hari.

Pesona Monumen Jogja Kembali

Cerita saat ini dalam wadah sejarah perjuangan Indonesia di Jogja. Sejarah tempat wisata ini sangat panjang ceritanya. Taman pelangi pesona keindahan baru pada malam hari dengan keindahan lampu yang penuh warna dapat memberikan keindahan cerita dimalam hari. Dengan menikmati secangkir wedang ronde dapat memberikan kehangatan dalam tubuh yang akan memberikan kehangatan.

Sekilas bila anda mengunjungi Monumen Jogja Kembali ini terlihat seperti piramid yang berada di Mesir. Tetapi tidak berwarna kuning melainkan bentuk dari bangunan Museum Monumen Jogja Kembali ini bentuknya kerucut.

Serta memiliki 4 lantai secara keseluruhan didalamnya terdapat benda-benda bersejarah juga klasik. Antara lain adalah mesin ketik jaman dahulu, telephone, buku – buku ensiklopedia, Senjata, replika serta masih banyak lagi. Pada lantai dasar terdapat beberapa benda bukti sejarah perjuangan negara Indonesia melawan penjajah.

Serta juga beberapa benda klasik yang cukup unik seperti telpon zaman dulu, mesin ketik, beragam senjata serta masih banyak lagi. Lantai kedua, terdapat beberapa diorama ataupun patung sebuah patung lengkap dengan background. Serta pakaianya menggambarkan perjuangan ketika pada jaman penjajahan Belanda yang mengkhianati perjanjian Reville. Serta membuat pemerintah marah serta terjadi pertumpahan darah.

Tak hanya itu di lantai dua Museum Monumen Jogja Kembali ini ada lukisan dinding yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia di waktu itu dengan 2 Dimensi. Pada Lantai ke tiga, pada ruangan ini dikhususkan ruangan untuk mendoakan para pahlawan yang sudah berjuang serta telah gugur. Tempat ini dinamakan sebagai tempat Garbha Graha, di bagian tengah ruangan ini terdapat bendera merah putih yang berkibar. Bendera itu melambangkan kemerdekaan Indonesia yang di belakangnya ada lukisan tulisan Mantan Presiden ke 2 RI yaitu Alm. Bapak Soeharto.