Monday, August 3, 2020

Inilah 14 Tempat Wisata Di Aceh Yang Memukau Dan Menarik

Provinsi Aceh ialah salah satu tempat wisata yang sering menjadi tujuan wisata para wisatawan domestik maupun mancanegara. Nama Aceh yang sebelumnya disebut dengan Nanggroe Aceh Darussalam (2001 - 2009) ialah sebuah Provinsi yang berada di ujung Pulau Sumatra. Jangan pernah takut berwisata di Aceh dikarenakan Aceh sekarang sudah aman. Sesudah musibah tsunami di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 silam, segala aktivitas didaerah ini sempat berhenti. Tetapi sekarang kini Aceh kembali bangkit untuk menata kembali daerahnya dan kehidupan di dalamnya.

Banyak daerah wisata yang menyuguhkan ragam tempat wisata yang tak kalah menarik dari kota - kota lain yang ada di Indonesia. Sebelum berkunjung ke tempat wisata di Aceh, alangkah baiknya Kamu mengetahui sarana dan prasarana tempat wisata yang ada di sana. Dengan demikian Kamu sudah mempunyai tujuan tempat wisata yang pasti dan menghemat waktu perjalanan. Berikut informasi tempat-tempat wisata di Provinsi Aceh yang bisa kamu simak dibawah ini.

1. Tempat Wisata Museum Tsunami

Dibangunnya Tempat Wisata Museum Tsunami bertujuan tak hanya menjadi sebuah monumen, tetapi juga sebagai tempat sejarah, dimana bangunan ini menjadi tempat pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami. Tak hanya itu, sebagai bagian dari simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami yang telah terjadi beberapa tahun silam.

Dengan adanya bangunan ini diharapkan menjadi warisan generasi Aceh di masa mendatang. Tempat Wisata Museum Tsunami ini terdiri dari 4 tingkat dengan hiasan dekorasi bernuansa Islam. Pada lantai 3 terdapat beberapa fasilitas ruang geologi, mushalla, perpustakaan, dan souvenir. Pada ruang geologi, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai kebencanaan, bagaimana gempa dan tsunami terjadi, melalui penjelasan dari beberapa display dan alat simulasi yang terdapat dalam ruangan tersebut.

Di tingkat akhir gedung Museum Tsunami Aceh, difungsikan sebagai escape building atau penyelamatan diri pada saat tsunami terjadi. Tingkat atap ini tidak dibuka untuk umum karena mengingat konsep keselamatan dan keamanan. Dari tingkat atap ini, hampir keseluruhan daerah kota Banda Aceh dapat terlihat dari atas gedung.

Tempat Wisata Museum Tsunami Aceh yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2009. Dan dibuka untuk umum pada 8 Mei 2011 yang di isi dengan 55 koleksi terdiri dari : 22 unit alat peraga, 7 unit maket, dan 26 unit foto ataupun lukisan yang menggambarkan keadaan tsunami di Aceh. Pada saat memasuki ruang koleksi, suasana mengenang tsunami terusik oleh kondisi koleksi yang tak sempurna.

Sejumlah koleksi, seperti ruang simulasi gempa, alat peraga rumah tahan gempa dan rumah tak tahan gempa, serta alat peraga gelombang tsunami. Untuk jam buka yaitu : Senin s/d Kamis pukul 09.00  - 12.00 WIB dan buka kembali 14.00 - 16.30 WIB. Jum’at Libur, Sabtu dan Minggu pukul 09.00 - 12.00 WIB dan buka kembali 14.00 - 16.30 WIB dengan tiket masuk geratis.

2. Tempat Wisata Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Tempat Wisata Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ialah Masjid yang mempunyai cerita sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara. Masjid ini merupakan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara yang berlokasi di pusat kota Banda Aceh bersebelahan dengan pasar tradisional Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Masjid yang menempati area -+4 hektar ini berarsitektur indah dan unik, mempunyai tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk.

Lantai yang terdapat di dalam ruangan ialah marmer buatan Italia dengan luasnya mencapai 4.760 m2 (dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah). Di halaman depan Masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias beserta pohon kelapa yang tumbuh di atasnya. Tempat Wisata Masjid Raya Baiturrahman ini pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskkamur Muda, dan mempunyai nilai sejarah yang tinggi bagi rakyat Aceh.

Tempat Wisata Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh selain sebagai tempat ibadah umat islam mempunayai berbagai macam fungsi yaitu tempat mengadakan pengajian, perhelatan acara keagamaan seperti maulid Nabi Besar Muhammad SAW, peringatan 1 Muharram, Musabaqah Tilawatil Qur’an (yang baru selesai MTQ Telkom-Telkomsel Nasional), tempat berteduh bagi warga kota serta para pendatang. Tempat wisata ini beralamat Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berlokasi di pusat Kota Banda Aceh / berada di Jl. Masjid Baiturrahman Kota Banda Aceh.

3. Tempat Wisata Pantan Terong

Tempat Wisata Pantan Terong merupakan sebuah bukit yang berlokasi di puncak bukit Dataran Tinggi Gayo Takengo yang berlokasi di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya -+7.5 km arah barat kota Takengon. Tempat Wisata Bukit ini ialah salah satu tempat terbaik untuk menikmati Kota Takengon, sebab tempat ini berada pada ketinggian 1.830 meter di atas permukaan laut. Di kawasan Pantan Terong Kita dapat melihat Kota Takengon yang indah, Danau Laut Tawar secara keseluruhan yang memantulkan birunya langit, lapangan pacuan kuda di kecamatan Pegasing, Ibukota Bener Meriah yang dulunya ialah bagian dari kota Takengon, bandara udara Rembele dari atas, dan pemandangan pegunungan bukit barisan yang indah nan memukau.

Untuk jalan menuju tempat wisata Pantan Terong terbilang mulus dan bagus. Tetapi, untuk akses menuju puncak Pantan Terong, ada beberapa titik tanjakan yang terjal. Oleh sebab itu, demi kenyamananan perjalanan Kamu, pastikan kendaraan yang digunakan harus benar-benar dalam keadaan baik dan prima. Tiket masuk Rp 2.000 / kepala.

4. Tempat Wisata Pantai Ulee Lheue

Tempat Wisata Ulee Lheue ialah sebuah pantai yang berlokasi di kecamatan Meuraksa, merupakan pantai yang dampaknya paling parah akibat terjangan tsunami. Seolah tak pernah terjadi apa - apa, pesona keindahan pantai Ulee Lheue tak pernah hilang. Hamparan perbukitan hijau di tengah laut menjadi daya pikat tersendiri yang menjadikan para pengunjung tak pernah bosan untuk berlibur kembali.

Suasana pemadangan yang diberikan pantai memang sangat indah, bahkan disaat air laut sedang surut maka akan tampak batuan - batuan karang yang menimbul ke permukaan air. Tak hanya menikmati pemandangan pantai Ulee Lheue ini, pengunjung dapat pula mencoba wahana permainan air yang tersedia, salah satunya yaitu perahu angsa.

Suasana romantis yang diciptakan menjelang pergantian malam seolah manambah kemesraan bagi pengunjung yang datang berpasangan. Pemandangan birunya laut serta awan yang indah juga akan menambah kesan layaknya lukisan yaitu lukisan Yang Maha Kuasa yang merupakan anugrah bagi bumi kita yang sangat indah ini.

5. Tempat Wisata Kuala Merisi

Tempat Wisata Pantai Kuala Merisi berlokasi di Ketapang, kecamatan Krueng Sabee. Sudah banyak para wisatawan yang sengaja datang untuk melihat keindahan dan keelokan pantai ini. Tempat Wisata Pantai Kuala Merisi ini mempunyai pemandangan alam yang sangat indah dan menakjubkan. Tak hanya itu, pantai Kuala Merisi ini juga mudah untuk dikunjungi.

Hembusan angin laut yang sepoi-sepoi, deburan ombak yang pelan, ditambah suasana yang hening akan membuat Kamu yang berkunjung merasa nyaman dan sangat pas untuk menghilangkan kepenatan dan beban pekerjaan sehari - hari. Mengunjungi pantai ini bersama keluarga akan membuat liburan kamu terasa lebih berkesan.

Alasan para wisatawan tertarik untuk datang ialah sebab pantai ini bisa dibilang cukup indah dengan pasir pantai putih yang cukup bersih. Tak hanya itu debur ombak yang ada di laut pantai ini juga tidak terlalu tinggi sehingga relative aman untuk bermain air. Lokasi ini sudah didukung oleh fasilitas snack bar di sekitar pantai.

6. Tempat Wisata Air Terjun Blang Kolam

Tempat Wisata Air Tejun Blang dengan berketinggian sekitar 75 meter dengan mempunyai suasana hutan yang alami dan asri, karena lokasinya berada di bawah rimbunnya pepohonan. Ketika perjalanan menuju air terjun, Kalian akan disuguhi pemandangan dan suasana pedesaan yang menyejukkan. Setelah memasuki gerbang, pengunjung harus membayar sebesar Rp 2.000 / orangnya guna biaya kebersihan tempat wisata.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap sebagaimana sudah adanya musholla dan toilet di tempat ini. Tak hanya itu adapula aliran listrik untuk keperluan mengisi batrey kamera atau handphone, yang menambah liburan kamu lebih nyaman dan menyenangkan. Bagi yang ingin merasakan dinginnya air terjun, bisa berendam disini atau sekedar bersantai diakhir pekan dan tempat ini sangat cocok sebagai rekreasi keluarga.

Berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh. Din tempat wisata ini kamu hanya membayar ongkos parkir berkisar Rp 5000 - 10000 untuk setiap kendaraan.

7. Tempat Wisata Pantai Lhoknga

Tempat Wisata Pantai Lhoknga yang berpasir putih sangat cocok bagi Kalian yang gemar bermain selancar. Pantai ini berada di Kecamatan Lhoknga dan berlokasi di pinggiran jalan nasional Bkamu Aceh - Meulaboh. Bagi para penikmat surfing / selancar, sangatlah pas menjadikan pantai ini sebagai tujuan liburan. Dikarenakan ombak di Pantai Lhoknga mencapai 1.5 - 3 meter. 

Di Pantai ini sering diselenggarakan event tahunan bertajuk kompetisi Surfing Competition Series, dimana pada series ke-VI yang diselenggarakan pada tahun 2014 dan ikuti 32 peserta dari dalam maupun luar negeri. Terdapat hamparan pasir putih yang luas dan landai sehingga cocok untuk melakukan berbagai kegiatan seperti halnya bermain pasir, berjemur, bermain layang - layang dan lain - lain.

Apabila para wisatawan ingin berenang di pantai Lhoknga, disarankan untuk memperhatikan daerah zona larangan. Salah satu ciri khas dari pantai - pantai di provinsi Aceh ialah diwajibkannya bagi para perenang khususnya bagi wanita agar menggunakan pakaian renang yang menutupi aurat.

8. Tempat Wisata Pantai Lampuuk

Pada saat terjadi tsunami, pantai yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari Banda Aceh ini mengalami kerusakan cukup parah. Tempat Wisata Pantai Lampuuk berlokasi di pantai barat Aceh, berlokasi di Desa Meunasah Masjid, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Tempat Wisata Pantai Lampuuk mempunyai hamparan pantai sepanjang sekitar 5 kilometer dan membentuk sebuah teluk kecil.

Dengan pasir putih bersih dan lembut, air laut berwarna biru kehijauan, dan ombak yang cukup besar benar - benar cocok untuk berselancar / surfing dan olahraga air lainnya yang menjadi incaran pengunjung saat berada disini. Dibagian daratan terdapat pepohonan pinus yang rimbun dan deretan pegunungan yang hijau. Di kawasan pantai, ada pula padang golf Seulawah yang berlatar belakang gulungan ombak.

Ketika sore hari, pantai ini terlihat lebih indah dan penuh pesona dengan eloknya matahari terbenam (sunset). Di perkampungan sebelum sampai ke pantai ini, terdapat sebuah Masjid Rahmatullah yaitu saksi bisu kedahsyatan tsunami pada tahun 2004 silam.

Masjid ini menjadi satu - satunya bangunan yang tetap berdiri kokoh di perkampungan ini. Aktivitas lainnya ialah mengunjungi konservasi penyu di Babah Dua, pengunjung dapat menemukan tukik / anak penyu yang ditampung di kolam. Tukik ini akan dilepas ke laut ketika dianggap sudah cukup sanggup bertahan di alamnya. Untuk harga tiket masuk ialah Rp 3.000 / pengunjung.

9. Tempat Wisata Air Terjun Suhom

Lokasi Tempat Wisata Air Terjun Suhom berlokasi di tengah panorama alam yang indah dan alami. Di sekitarnya terdapat banyak pohon durian, sehingga pada musimnya banyak yang berjualan durian di kawasan ini. Tak hanya itu, di sekitar air terjun juga terdapat lokasi yang sering di pergunakan untuk kegiatan camping. 

Dengan mempunyai aliran air yang deras, Air Terjun Suhom menjadi sumber energi listrik bagi warga disekitar Desa Kreung Kala. Tempat Wisata Air terjun ini mempunyai beberapa tingkat. Pada ke Tingkat 1, tinggi air terjunnya sekitar 3 meter, tingkat 2 sekitar 5 meter, dan tingkat 3 sekitar 10 meter. Tetapi, pengunjung tidak diizinkan ke tingkat dua dan tiga sebab di lokasi itu terdapat pembangkit listrik tenaga Mikro Hidro yang menghasilkan listrik sebesar 23 kilowatt / jam.

Di dasar air terjun pada tingkat 1 ini ada telaga selebar sekitar 5 meter dengan kedalamannya lebih dari 2 meter. Telaga inilah tempat berenang bagi para pengunjung, bagi yang tidak berenang bisa menikmati kucuran air yang jatuh dari atas perbukitan. Air yang jatuh satu persatu ke tubuh serasa pijatan refleksi. Tempat Wisata Air Terjun Shurom berada di Desa Suhom dan Desa Kreung Kala, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Pengunjung dipungut retribusi tiket masuk sebesar Rp 5.000 / orangnya.

10. Tempat Wisata Pulau Rubiah

Tempat Wisata Pulau Rubiah ialah pulau yang terletak di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Pulau Rubiah ini juga salah satu bagian dari wilayah kota Sabang, tepatnya di sebelah barat laut Pulau Weh. Pulau juga mempunyai luas 26 hektar ini menawarkan keindahan surga bawah laut dan wisata bahari yang sangat memukau. Pulau Rubiah disebut juga surga taman laut, disebabkan pulau ini layaknya sebuah akuarium yang berisikan beraneka macam hiasan.

Tempat Wisata Pulau Rubiah menawarkan pesona keindahan alam bawah laut yang memukau, pengunjung akan mendapati berbagai macam spesies ikan tropis dan berbagai macam jenis terumbu karanang. Tempat Wisata Pulau Rubiah merupakan tempat penelitian biota laut. Terdapat 15 jenis biota laut yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Tak semua para wisatawan menyukai kegiatan Diving / Snokerling, kemungkinan hal itu di sebabkan Mereka belum pernah melakukan kegiatan tersebut ataupun tidak bisa berenang. Tetapi jangan kecewa, disini ada jasa penyewaan perahu dimana bagian bawah perahu tersebut terdapat kotak kaca yang bening untuk tetap bisa menikmati keindahan alam bawah laut.

11. Tempat Wisata Pantai Iboih


Tempat Wisata Pantai Iboih yang bernama asli "Teupin Layeu" merupakan salah satu pantai yang diminati para travelers di Pulau Weh. Pesona pantai ini menawarkan segala keindahan bawah lautnya yang bisa di nikmati meskipun tanpa harus berenang sekalipun. Bagi yang gemar snokerling, Octopus dan Stingrays dapat dilihat disini.

Airnya yang jernih dan mempunyai warna gradasi hijau kebiruan, diselingi hamparan pasir putihnya yang bersih, serta dikelilingi oleh hutan lindung, dan fasilitas yang lumayan lengkap menjadikan tempat rekreasi ini bagai surga dunia. Perlu diperhatikan untuk minuman ber-alkohol tidak diperbolehkan, mengingat Aceh sedang menerapkan Hukum Syari'at Islam.

Cara menuju ke Iboih, kita dapat menyewa kendaraan yang ada di rental mobil / motor di sekitar Balohan, atau dapat menggunakan angkutan umum dengan biaya sekitar Rp.50.000,00 / orang. Dilihat dari Pelabuhan Balohan ke Iboih hanya berjarak kurang lebih 30 kilometer atau sekitar 1 jam perjalanan. Di pintu masuk pantai Iboih, ada petugas yang meminta pembayaran tiket masuk yaitu Rp 2.000 / kepala.

12. Tempat Wisata Danau Laut Tawar

Tempat Wisata Danau Laut Tawar merupakan sebuah danau dan tempat wisata yang berada di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. Danau ini mempunyai Luas sekitar 5.472 hektar, panjang 17 km dan lebar 3,219 km. Danau Laut Tawar yang diapit oleh dua buah bukit ini menyaapabilan keindahan khas tersendiri bagi yang berkunjung.

Keadaan perairan dan dataran yang seimbang memberi banyak sumber penghidupan bagi masyarakat, terutama di sekitar dataran tinggi Gayo. Usut punya usut sebutan laut karena luasnya seperti laut dan sebutan tawar karena airnya tidak asin. Danau ini menyimpan banyak flora dan fauna, salah satunya yang terkenal ialah ikan depik yang merupakan spesies ikan yang hanya ada di Danau Laut Tawar.

Di kawasan ini para pengunjung dapat melihat aktivitas masyarakat sehari - hari layaknya bercocok tanam dan memancing. Komoditi unggulan yang ditanam di dataran tinggi Gayo antara lain, ialah kopi Gayo (kopi arabika), kentang, markisa, tomat, cabe, jagung, dan sayur-sayuran. Hasil komoditi perkebunan yang terpopuler ialah jeruk keprok Gayo dan alpukat. Tempat wisataini gratis untuk biaya masuknya, jadi tunggu apa lagi ?

13. Tempat Wisata Pusat Latihan Gajah Saree

Bosan dengan liburan yang biasa - biasa saja? Boleh sesekali kamu mencoba liburan edukatif dengan mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) di Saree, Aceh Besar. Di PLG Saree Aceh, pengunjung bisa melihat gajah - gajah dilatih, memberi makan gajah, dan mengetahui seluk beluk hewan berbadan besar itu. Kalau jaman dahulu gajah dijadikan pasukan militer, maka kini gajah dilatih untuk kepentingan lain. Salah satunya ialah untuk menghalau gajah liar yang bisa membahayakan penduduk di sekitar hutan.

Di sana, gajah - gajah dilatih agar menjadi penurut, tak hanya itu gajah - gajah ini juga dilatih bermain sepak bola dan pengunjung bisa mencoba naik gajah berkeliling sekitar lokasi. Awalnya, gajah yang menghuni PLG Saree merupakan gajah - gajah liar, yang kemudian ditangkap. Gajah - gajah ini ditangkapi karena kebanyakan dari mereka pernah melakukan tindakan-tindakan merusak kebun penduduk.

14. Tempat Wisata Rumah Cut Nyak Dien

Tempat Wisata Rumah Cut Nyak Dhien merupakan salah satu museum destinasi wisata sejarah yang berada di Desa Lampisang,Kecamatan Lambada, Kabupaten Aceh Besar ialah situs cagar budaya. Rumah ini menghidupkan kembali kenangan pejuang Cut Nyak Dhien. Beliau telah mewariskan epik yang membanggakan, sebuah pragmen sejarah yang patut dikenang ulang dan dijadikan perlambang sebuah perjuangan panjang.

Rumah ini dulunya kediaman Cut Nyak Dien dan Teuku Umar, didirikan oleh Belkamu sebagai bentuk apresiasi atas bergabungnya ialah siasat perang Teuku Umar belaka. Rumah ini berukuran 25 x 15 meter, hanyalah replika saja. Aslinya sudah di hanguskan Belkamu setelah tahu siasat Teuku Umar.

Replika dibangun pada tahun 1981 dan selesai setahun kemudian, dengan dominasi cat hitam, rumah itu tampak sama dengan rumah tradisional Aceh. Untuk masuk ke dalam ruangan rumah berarsitektur rumah tradisional Aceh ini, tidak diwajibkan membayar tiket masuk, hanya sedekah sekedarnya untuk perawatan dan kebersihan rumah.

Sebab rumah ini dijadikan museum, maka di dalamnya berisi beberapa dokumentasi berupa foto - foto semasa hidup Cut Nyak Dien dan juga peninggalan benda - benda pribadi sang Srikandi Aceh. Cut Nyak Dien menikah dua kali, suami pertamanya ialah Ibrahim Lamnga dan suami keduanya ialah Teuku Umar. Ibrahim Lamnga gugur dalam medan perang, dan kemudian Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Umar (beliau ialah keponakan ayah Cut Nyak Dien).

No comments:

Post a Comment